Tips Pemberian MPASI Tanpa Gula & Garam Tambahan

Organisasi kesehatan besar seperti Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), American Academy of Pediatrics (AAP), dan World Health Organization (WHO) sepakat bahwa menambahkan gula atau garam pada makanan bayi di tahun pertama tidak diperlukan. Kandungan nutrisi dari bahan alami sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Selain itu, paparan dini terhadap rasa manis atau asin dapat membentuk preferensi rasa yang bertahan lama—anak akan lebih cenderung menyukai makanan manis atau asin di kemudian hari, yang pada akhirnya meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, dan penyakit metabolik di kemudian hari.

Meski demikian, IDAI mengakui adanya kondisi klinis tertentu di mana sedikit gula atau garam boleh dipertimbangkan, misalnya ketika bayi sama sekali menolak makan. Namun, penggunaannya harus sangat terbatas, hanya sementara, dan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter anak.

Lalu, bagaimana cara praktis memberikan MPASI tanpa tambahan gula dan garam? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan di rumah:

  1. Kenalkan rasa alami sejak dini.
    Buah, sayur, dan sumber protein hewani sudah memiliki rasa khas. Bayi belajar menerima rasa ini bila orang tua konsisten mengenalkannya.
  2. Beri waktu untuk mencoba.
    Bayi sering butuh 8–10 kali percobaan sebelum akhirnya mau menerima makanan baru. Jangan buru-buru menambahkan gula atau garam hanya karena sekali dua kali ditolak.
  3. Gunakan bahan segar dan berkualitas.
    Pilih bahan alami, hindari makanan kemasan dengan tambahan gula atau garam tersembunyi. Periksa label dengan teliti.
  4. Tambahkan variasi alami.
    Untuk menambah rasa, orang tua bisa menggunakan kaldu sayur atau daging tanpa garam, atau menambahkan ASI/ASI perah pada bubur bayi.
  5. Gunakan buah sebagai rasa manis alami.
    Jika ingin memperkenalkan rasa manis, gunakan buah matang yang dilumatkan, bukan gula pasir atau sirup.

 

Dengan bertambahnya umur, menu bayi akan berkembang dan ia akan mulai makan makanan yang sama dengan apa yang dimakan oleh ayah ibunya. Namun dengan langkah awal yang baik, dengan menunda pemberian gula dan garam saat bayi, bayi dapat tumbuh dengan pola makan sehat sejak awal kehidupannya.

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2020). Memberi Makan pada Bayi: Pemberian MPASI. Jakarta: IDAI.
  2. American Academy of Pediatrics. (2019). Infant Food and Feeding Guidance. Pediatrics, 143(3), e20183603.
  3. World Health Organization. (2023). Guideline for Complementary Feeding of Infants and Young Children 6–23 months. Geneva: WHO.
  4. Kementerian Kesehatan RI. (2024). Pedoman Gizi Seimbang: Batasi Gula, Garam, dan Lemak pada MPASI. Jakarta: Kemenkes RI.
  5. Griebel-Thompson, A. K., et al. (2023). Early exposure to added sugars and its impact on later sugar intake: A review. Nutrients, 15(3), 678.
  6. Herrick, K. A., et al. (2019). Added sugars intake among US infants and toddlers. Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, 119(1), 84–94.
TAGS
No tags.

Comments are closed.