FAQ

Anak 5-12 Tahun (1)

Jawab

  1. Anak dengan obesitas pada saat dewasa nanti dapat cenderung mempunyai penyakit jantung. Untuk menurunkan berat badan sebaiknya diberikan aktivitas seperti basket, futsal, renang, lari, dan jogging supaya kalori terbakar. Jangan mengurangi makanan (nutrisi) karena anak 10 tahun masih butuh untuk tumbuh, apalagi sebentar lagi akan masuk masa PUBERTAS. Untuk lebih tepat perhitungan kebutuhan kalori dapat konsultasi ke dokter konsutan gizi anak.
  2. Pengaturan pola makanan. Makanan perlu diatur juga, misalnya: mengganti susu dengan jus buah tanpa gula. Porsi makan biasa banyak, yang bisa dikurangi secara bertahap adalah PORSI NASI, misalnya selama 1 minggu ke depan – hanya ¾ porsi nasi dari biasanya selama 1 minggu, baru ke depannya: ½ porsi selama 1 minggu sehingga anak tidak kaget dengan berkurangnya nasi.
  3. Hindari makanan JUNK-FOOD seperti bubble tea, cheese burger dan fried chicken. Makanan pengganti adalah jus buah tanpa gula, susu tanpa lemak, makanan dari sayuran yang diperbanyak sebagai pengganti nasi yang dikurangi.
Category: Anak 5-12 Tahun

Balita 1-5 Tahun (7)

Si kecil usia 2 tahun:

  1. Saat si kecil demam ada aturan minum obat setelah makan. Dikatakan makan itu apakah harus nasi?
  2. Berapa lama jeda minum obat dgn minum susu?

Jawab

  1. Obat demam/obat turun panas (jenis: asetaminofen, paracetamol) biasanya aman diberikan pada saat perut kosong. Tetapi kalau diberikan Proris (isinya: Ibuproven) – tidak boleh diberikan saat perut kosong, tetapi tidak harus makan nasi dan dapat diberikan makanan pengganti seperti PISANG, ROTI. Dianjurkan untuk tidak diberikan makanan yang asam seperti buah ANGGUR, JERUK, NANAS, tetapi PISANG atau ALPUKAT.
  2. Jarak jeda minum obat: pemberian susu dianjurkan 30 menit setelah minum obat karena dalam 30 menit obat sudah terserap, tetapi untuk lebih amannya sebaiknya diberi jarak 1 jam agar OBAT tidak ternetralkan oleh susu. Ada “obat-obat” (suplemen) tertentu yang dapat diberikan bersamaan dengan makanan seperti vitamin C, D3, kalsium dan probiotik.

Si kecil usia 2 tahun, dan saat ini batuk pilek sudah 2 minggu, belum sembuh, walaupun sudah berkurang/mendingan, dan batuknya pun jarang. Dulu saya pernah TB paru-paru, sekarang juga batuk-batuk lagi sudah 1 minggu ini. Mungkinkah indikasi TB juga pada anak saya? Apakah anak saya perlu diperiksa atau tidak?

Jawab

  1. Untuk diagnosis TB pada anak perlu pemeriksaan lanjutan yang lebih teliti seperti anamnesis (tanya jawab dokter-pasien untuk mengumpulkan data), pemeriksaan laboratorium darah, Mantoux test atau Igra test dan foto ronsen dada).
  2. Anamnesis misalnya mom kena TB paru-paru kapan? Jika mom terkena TB saat gadis dan sudah dinyatakan sembuh maka KEMUNGKINAN MENULAR SANGAT KECIL.
  3. Gejala TB pada anak yang sering dijumpai adalah berat badan yang tidak naik-naik, suhu badan agak meningkat, dapat disertai BATUK, berat badan menurun dan pembesaran kelenjar getah bening.
  4. Pemeriksaan yang mendukung positif: peningkatan LED, Mantoux dan Igra positif, serta gambaran paru pada RONTGEN.

Camilan yang bagus buat si kecil apa aja? Bolehkah ngemil seperti wafer dan cokelat? Bagaimana cara mengenalkan supaya si kecil mau cemilan buatan sendiri?

Jawab

Camilan yang baik untuk si kecil adalah camilan yang padat gizi dan homemade, mom, misalkan lontong isi telur+tahu+sayur (arem-arem), bacang beras, tahu isi, puding.
Agar si kecil mau mencoba camilan homemade, ajak si kecil ikut serta dalam membuat camilannya. Mulai dari bantu mengaduk atau menuang adonan, mom.

Semangat berkreasi menu mom agar kebutuhan gizi si kecil terpenuhi dengan baik sehingga tumbuh kembangnya optimal.

Banyak moms membiasakan anaknya makan camilan wortel setengah masak, buah keras seperti apel, pear, jambu, yang bisa dipotong besar menjadi finger-food. Ini juga bagus.

Wafer dan cokelat sebaiknya tidak dijadikan camilan karena hanya tinggi gula, tidak ada gizi lain dan sering membuat si kecil GTM, tidak mau makan makanan lain kecuali yang manis-manis. Coklat dan wafer boleh diberikan, tapi dibatasi. Beri si kecil pengertian sejak kecil, bahwa makanan seperti coklat, permen, dan wafer itu hanya manis-manis dantidak membuat dia tumbuh sehat, kuat dan cerdas. Begitu juga dengan makanan ringan dalam kemasan yang umumnya anak suka karena gurih tinggi MSG. Jangan diberikan, dan beritahu si kecil alasannya.

Si kecil usia 13 bulan

  1. Pemberian prona, prohe, sayuran, karbohidrat secara benar agar tidak terjadi sembelit?
  2. Bagaiaman menu 4 Bintang porsi gizi yang pas, tepat agar tidak terjadi ADB (Anemia Defisiensi Besi)?

Jawab

  1. Untuk pemberian prona, prohe, karbo, sayur dan buah tidak membuat sembelit si kecil di usia 1 thn keatas. Karena sembelit untuk anak usia 1 thn keatas disebabkan banyak faktor yaitu: asupan sayur, buah, serta air putih yang kurang setiap harinya. Usia 1 thn kebutuhan serat sudah banyak tidak seperti bayi (dibawah 1 thn), sehingga setiap hari harus makan 3 kali sayur, 3 kali buah, dan air putih yang cukup.
  2. Untuk usia 1 tahun sudah menggunakan pola gizi seimbang yang hampir sama dengan 4 Bintang hanya saja kebutuhan sayur dan buah sudah dipisah. Jadi untuk 1 hari si kecil harus makan 3-4 porsi karbohidrat (1 porsinya 1 kepal tangan si kecil), lauk hewan 3 porsi (1 porsinya 1 telapak tangan tanpa jari si kecil), lauk nabati 2 – 3 porsi (1 porsinya 1 telapak tangan tanpa jari si kecil), sayur 2 – 3 porsi (1 porsinya 2 tangkup tangan si kecil) dan buah 2 -3 porsi (1 porsinya 1 kepal tangan si kecil). Bila dalam satu hari dapat memenuhi kebutuhan gizi seimbang, terutama lauk hewani dan nabati si kecil dengan optimal, maka akan menurunkan risiko ADB pada si kecil.

Dok, sy mau tanya anak saya umur 13bulan lagi demam ,terus apakah boleh minum obat di campur dengan madu?

Jawab:

Sebelumnya perkenalkan saya dr.Rio akan mencoba menjawab pertanyaan anda.

Madu adalah sebuah cairan alamiah yang kandungannya bermanfaat yang berasal dari nektar bunga dan dihasilakn oleh lebah. Beberapa kandungan zat dalam madu adalah Karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dinilai sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh.

Tidak ada panduan ataupun aturan khusus yang melarang madu digunakan sebagai campuran untuk minum obat. Namun anda harus tetap berhati hati mengingat saat ini banyak sekali madu dengan kualitas yang buruk bahkan dicampuri bahan bahan kimiawi. Sebaiknya berikanlah jeda waktu sekitar 30 menit dalam pemberian madu setelah minum obat. Hal ini bertujuan agar obat dapat terserap dengan sempurna barulah madu masuk sebagai suplemen tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Mungkin jika tujuan anda mencampurkan obat ke madu adalah untuk membuat rasa obat menjadi manis sehingga anak mau mengkonsumsinya, saya sarankan anda dapat membeli sirup khusus yang dapat dicampurkan dengan obat di apotik. Rasa dari sirup tersebut manis sehingga dapat membantu dalam pemberian obat pada anak. Untuk pembeliannya tidak diperlukan resep dari dokter.

Saat anak anda demam berikut beberapa hal yang dapat anda lakukan dirumah :

  1. Pantau demam, jangan sampai melebihi 39’C
  2. Kompres anak dengan air hangat untuk memberikan kenyamanan.
  3. Penuhi asupan makan dan minum anak untuk mencegah anak dehidrasi.
  4. Segera konsultasikan kedokter secara langsung jika demam berkepanjangan.

Sekian jawaban yang saya berikan semoga membantu.

Terimakasih, semoga sehat selalu 🙂

Halo dok.. anak saya saat ini sedang demam, badannya panas dan nafasnya sedikit tersengal2, dan sempat muntah. 3 jam lalu sudah saya beri obat penurun panas, setelah minum obat penurun panas …suhu badannya berangsur normal, tp skrg mulai panas lagi suhu badannya. Apa yg harus saya lakukan dan penanganan seperti apa yg tepat ya dok? . (FYI : anak saya berumur 2 thn) Terimakasih dok

Jawab:

Kategori demam pada anak adalah jika suhu tubuh anak naik dan melewati dari batas normal, yaitu jika lebih dari 37,2 derajat celcius jika diukur dari ketiak, atau jika lebih dari 37,8 derajat celcius jika diukur lewat mulut dan diatas 38 derajat jika diukur dari dubur.

Obat penurun demam yg biasa diberikan pada saat anak demam adalah acetaminophen atau paracetamol, yg bekerja dengan mengurangi produksi zat penyebab peradangan (prostaglandin) yg berefek pada tinggi atau naiknya suhu tubuh. Dengan penurunan kadar prostaglanding maka tanda peradangan seperti demam dan nyeri akan berkurang. Setiap obat memiliki waktu terapi sendiri-sendiri, dimana maksudnya adalah obat yg diminum akan berfungsi didalam tubuh sehingga keluhan dapat berkurang, namun panjang dan pendeknya waktu terapi setiap obat berbeda antara obat satu dengan yg lain. Pada obat paracetamol waktu terapi yg efektif adalah antara 4 sampai dengan 6 jam, sehingga jika sudah lebih dari waktu tersebut, gejala akan muncul lagi atau jika sumber penyakit yg mendasari tidak ditangani maka gejala akan muncul dan hilang sesuai dengan waktu terapi dari obat tersebut.

Sehingga jika anak anda sudah mulai demam setelah waktu terapi 4 jam atau bahkan 6 jam, maka sangat dianjutkan untuk memberikannya obat paracetamol lagi agar demam tidak terlalu tinggi. Selain itu anda juga dapat memberikan penanganan mandiri berupa :

  • Kompres hangat pada lipatan tubuh dan dahinya agar panas di dalam tubuhnya dapat keluar bebas melalui pori-pori kulitnya yg terbuka karena kompres demam yg diberikan.
  • Tetap berikan asupan cairan yg cukup pada anak anda untuk menghindari komplikasi berupa dehidrasi karena kehilangan cairan tubuh yg berlebih.
  • Hindari penggunaan baju yg terlalu tebal agar panas didalam tubuhnya dapat keluar dengan efektif
  • Pastikan suhu kamar tetap sejuk dan nyaman untuk si kecil, pastikan suhu ruangan tidak terlalu dingin atau terlalu panas

Jika sudah anda lakukan penanganan demam sementara yg dilakukan dirumah tetapi tidak menunjukkan perbaikan yg bermakna, maka kami sarankan untuk segera membawa serta anak anda ke dokter atau dokter anak agar dilakukan pemeriksaan yg seksama dan diberikan penanganan yg tepat. Sebelum tanda-tanda bahaya demam pada anak muncul, seperti :

  • kejang
  • sesak napas
  • kulit pucat atau tampak kebiruan
  • anak tampak sangat lemas
  • pingsan atau tapak sering mengantuk
  • tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, muntah, menangis tanpa air mata, tidak mau minum atau makan dan tidak BAK

Demikian yg dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Dok bayi saya belom bab selama 3 hari dan skrg hari ke 4 bab namun keras sampai ia menangis tapi yg keluar secuil apakah wajar ?

Jawab:

Pada dasarnya pola BAB setiap anak memang bisa berbeda-beda dan kadang perubahan pola BAB (misalnya BAB menjadi lebih jarang) juga tidak selalu menunjukkan adanya kelainan pada saluran cerna anak. Namun demikian, ada beberapa tanda terjadinya konstipasi pada anak, diantaranya adalah:

  1. BAB kurang dari 3 kali seminggu
  2. Feses keras, kering, dan sulit dikeluarkan
  3. Anak merasa nyeri atau menangis saat mengeluarkan feses
  4. Terdapat bercak feses pada celana/popok anak
  5. Terdapat bercak darah pada feses atau pada celana/popok anak

Bila anda melihat feses anak keras dan anak terlihat kesulitan mengeluarkannya, maka kemungkinan anak anda memang mengalami konstipasi. Ada beberapa kemungkinan penyebab konstipasi pada anak diantaranya adalah:

  1. Kurangnya konsumsi serat
  2. Anak kurang minum cairan
  3. Anak terlalu banyak diam dan kurang bergerak
  4. Anak sering menahan keinginan buang air besar
  5. Anak terlalu banyak minum susu
  6. Efek samping obat-obatan atau suplemen tertentu
  7. Kondisi medis tertentu, misalnya hipotiroidisme, gangguan elektrolit tubuh, gangguan anatomis saluran cerna, alergi makanan, dll

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa anda coba lakukan:

  1. Berikan sayur dan buah lebih banyak untuk anak
  2. Berikan buah-buahan yang dapat membantu mengatasi konstipasi seperti buah pear, peach, prune, plum
  3. Berikan cairan lebih banyak untuk anak (jangan dalam bentuk susu)
  4. Batasi konsumsi susu dan produk olahan susu pada anak (jangan lebih dari 720 cc per hari)
  5. Tingkatkan aktivitas fisik anak (ajak berjalan, bermain di luar rumah, dll)

Bawa anak anda ke dokter untuk mendapatkan obat yang dapat membantu mempermudah keluarnya feses yang sudah mengeras dalam saluran cernanya. Jangan menunda pemeriksaan ke dotker terutama bila anda melihat adanya luka pada anus anak ataupun darah pada fesesnya.

Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjawab

Bayi 0-12 Bulan (14)

Kalau si kecil usia 2 bulan – BAB tidak rutin setiap hari, dan sering lebih dari 2 hari sehingga sering kembung dan kalau BAB sering mengejan hingga menangis. Saat ini anak saya hanya konsumsi ASI exclusif. Apa yang harus dilakukan?

Jawab

  1. Pada bayi umur 2 bulan lebih kadang berbeda dengan bayi pada saat lahir. Bayi pada saat lahir sering didapatkan gejala diare, kembung, dan menangis saat buang air besar. Keadaan tersebut normal terjadi karena kadar enzim usus bayi yang mencerna ASI masih belum sempurna. Pada umur 2 bulan ke atas terjadi kebalikannya. Keadaan tersebut masih normal selama selama berat badan dan panjang badannya tetap naik sesuai dengan grafik yang ada. Yang perlu diperhatikan adalah makanan mom yang menyusui, apakah makanan mom sudah cukup bergizi dan sesuai dengan kebutuhan gizi si kecil. Belum tentu dengan mom banyak makan sayur, itu yang diperlukan si kecil, karena si kecil belum perlu banyak serat, tidak perlu banyak sayur.
  2. Apakah kenaikan berat badan si kecil sesuai dengan minimal kenaikan berat badan yang dianjurkan? Jika ternyata kenaikan berat badannya tidak sesuai (kurang) karena sembelitnya, perhatikan apakah gejala tersebut sudah mulai timbul pada saat umur minggu pertama. Bila pada saat minggu pertama sudah ada gejala susah BAB padahal diberikan ASI, maka mesti dilakukan pengecekan karena kemungkinan ada kelainan bawaan seperti penyempitan bagian usus besar dekat anus yang tidak berfungsi baik, sehingga pup (tinja) mengantri untuk keluar karena tertampung di area ini. Dapat juga disebabkan karena mega colon kongenital atau megacolon ultra short segmen. Sebaiknya segera konsultasi ke dokter spesialis anak terdekat. Untuk pemeriksaan secara menyeluruh dan bila diperlukan, ke Dokter Bedah Anak atau Dokter Bedah Umum. Jadi jika anak di usia-usia dini, ada masalah dengan sembelit, mom harus berpikir – adakah masalah anatomis. Untuk memastikan apakah ada masalah atau tidak – sebaiknya konsultasikan dengan Dokter Anak.
  3. Hal lain yang bisa membantu si kecil di usia 2 bulan supaya tidak sembelit, bisa diberikan PROBIOTIK (bakteri baik untuk membantu melancarkan pencernaan). Silakan tanyakan kepada Dokter Anak untuk mendapatkan PROBIOTIK yang cocok untuk si kecil.
Category: Bayi 0-12 Bulan
  1. Apa yang harus diberikan agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi?
  2. Apakah setiap demam harus diberi obat? Kapan si kecil harus mengkonsumsi obat penurun panas?
  3. Adakah tindakan yang harus dilakukan sebelum langsung diberi obat, saat demam?

Jawab

  1. Cari tekstur makanan/minuman pengganti yang bisa diterima si kecil dan dapat diberikan dengan jumlah sedikit tapi sering. Dapat juga diberikan dengan cara menggunakan pipet atau dengan sedotan, dan dengan suasana makan yang menyenangkan anak …intinya harus diusahakan agar anak makan agar kebutuhan gizinya terpenuhi. Perhatikan jumlah atau frekuensi buang air kecil, apakah warnanya putih atau kuning pekat. Yang perlu diperhatikan juga adalah asupan cairan – jangan sampai anak DEHIDRASI (kekurangan cairan). Karena kalau si kecil kekurangan cairan – demamnya bisa naik terus. Intinya mom harus mencari cara agar si kecil ada asupan dan tidak lemah karena tidak ada nutrisi yang masuk.
  2. Menghadapi anak dengan demam tidak selalu harus dengan obat. Upayakan anak tidak terlalu aktif untuk menghindari kebutuhan cairan yang berlebihan. Berikan banyak minum susu atau ASI. Hindari penggunaan baju tebal atau penggunaan minyak gosok, dan diupayakan bermain di tempat yang sejuk. Bila si kecil demam boleh diberi obat, jika suhu badannya di atas 37.5 derajat Celcius. Harus diObat demam pada umumnya juga bersifat dapat mengurangi rasa sakit (nyeri/pusing). Anak-anak yang demam tinggi, juga kemungkinan terjadi DEHIDRASI karena si kecil saat demam, malas makan dan minum. Dapat dilakukan membasuh kebagian tubuh anak yang sedang panas dengan air suam kuku sehingga suhu tubuh dapat segera menurun. Perlu diketahui setiap suhu naik 1 derajat, maka kebutuhan cairan yang harus dikonsumsi naik 12.5 – 25%, sehingga si kecil harus banyak minum saat anak demam.
Category: Bayi 0-12 Bulan
  1. Apakah batuk pilek pada anak mempengaruhi kenaikan Berat Badan Bayi, karena pada 1 bulan terakhir, kenaikan berat badannya tidak mencapai target KMS (hanya bertambah 5 ons, sementara target kenaikan : 8 ons)?
  2. Jika si kecil batuk pilek sebaiknya apa yang dilakukan?

Jawab

Batuk pada si kecil usia kurang dari 6 bulan faktor penyebabnya salah satu di bawah ini:

  1. Faktor makanan yang mengandung bahan kimia makanan dan dapat menimbulkan reaksi alergi pada bayi
  2. Tidak ASI, ada beberapa bayi yang alergi terhadap susu formula
  3. Katup lambung yang belum sempurna, sehingga terjadi regurgitasi (aliran balik makanan)
  4. Faktor lingkungan seperti debu, karpet, bedak, boneka dan asap rokok
  5. Penyakit jantung bawaan, yang menyebabkan peningkatan aliran darah ke paru-paru.
  6. Kelainan saluran nafas seperti Laringomalasia yaitu gangguan pada saluran nafas dengan nada suara yang khas seperti orang ngorok.

Jika si kecil batuk tidak sembuh-sembuh, sebaiknya dibawa ke Dokter Anak untuk dilakukan pengecekan seluruhnya, karena kalau tidak ketahuan penyebabnya, maka obat batuk tidak akan menyembuhkan. Bayi akan batuk dan berat badan tidak naik karena ASI yang dikonsumsi kemungkinan masuk ke paru-paru.

Category: Bayi 0-12 Bulan
  1. Apakah suplemen dan obat bisa dicampur dengan makanan ketika nanti sudah MPASI? Makanan seperti apa yang aman dicampur dengan obat dan suplemen?
  2. Setelah 4 bulan cek darah, sebaiknya di usia berapa cek darah lagi?
  3. Vit. A dberikan setahun 2x atau cukup 1x setahun?

Jawab

  1. Memang beberapa obat bisa dicampur dengan makanan, salah satu cara yang disarankan adalah dengan ASI perah (obat puyer dan dicampurkan dalam ASI perah), boleh juga dengan air putih, jus buah atau kuah sayur. Bisa juga puyer obat dicampur sirup dan ditaruh di kulkas, supaya si kecil mau minum obatnya. Yang tidak dianjurkan adalah obat atau suplemen Zat Besi dicampurkan dalam SUSU FORMULA, TEH dan AIR MADU (anak dibawah 1 tahun – tidak dianjurkan minum MADU). Obat dapat diberikan dalam dosis atau ukuran yang lebih kecil.
  2. Cek darah lagi setelah 3 bulan evaluasi (selama 3 bulan diberi Zat Besi)
  3. Vitamin A diberikan 2 x dalam setahun. Ini termasuk dalam Program Pemerintah dan biasanya diberikan di bulan Februari dan Agustus.
Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil usia 11 bulan – Bagaimana mengatasi ketika si kecil batuk pilek? Serta untuk mengencerkan dahaknya selain dijemur di matahari? Si kecil sekarang batuk pilek sudah sekitar 3 minggu lebih tidak sembuh-sembuh karena dahaknya tertahan di dalam. Sudah 2 kali diperiksakan ke dokter dan saya bawa ke UGD untuk diuap. Minum obat RHINOS dan diberikan OBAT SESAK karena nafasnya sesak saat tidur malam hari. Saat diperiksa di UGD dokternya mengatakan ini FLU ALERGI. Sampai sekarang karena batuk dan dahaknya, anak saya jadi muntah-muntah. Kira-kira apa yang harus saya lakukan agar anak saya cepat sembuh, dokter?

Jawab

  1. Apakah ada yang merokok di rumah? Jika benar, maka merokoknya harus jauh-jauh dari rumah. Saat datang ke rumah, bapaknya harus segera ke kamar mandi, untuk mandi dengan sabun dan keramas, kemudian ganti baju yang tidak ada bau rokok – barulah bermain dengan anak. Baju yang sudah dipakai dan bau rokok, harus dimasukkan ember dan ditutup, supaya tidak ada bau rokok di rumah.
  2. Apakah si kecil minum susu formula? Kadang susu formula menjadi PENCETUS ALERGI.
  3. Jika si kecil FLU ALERGI – berarti ada PENCETUSNYA, yang berasal dari makanan, minuman dan lingkungan yang harus dihindari. Pencetusnya harus dicari.
  4. Saat batuk, si kecil jadi muntah. Hal ini wajar, karena dahaknya keluar. Dan kalau diuap, tidak cukup hanya sekali, biasanya minimal 3 -5 hari berturut-turut. Sekali diuap bisa 2 tahap dengan 2 jenis obat yang berbeda.
  5. Bisa juga dilakukan CHEST PHYSIOTHERAPY (fisioterapi dada) – bisa dilakukan di pusat rehabilitasi medis untuk membantu anak mengeluarkan dahaknya.
  6. Selain itu yang perlu diperhatikan adalah faktor lngkungan seperti KASUR dan SPREI – tidak boleh kumal dan berdebu. Juga gorden di kamar harus sering dibersihkan. (tungau dalam debu bisa menjadi pencetus alergi).
Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil usia 8 bulan ada 2 pertanyaan:

  1. Ketika si kecil batuk pilek, tenggorokannya cenderung lebih sensitif sehingga jika makan lebih suka tekstur yg lembut dan terkadang seperti ingin dimuntahkan bahkan sampai muntah. Bagaimana mengganti asupan makanannya? Apakah diubah tekstur atau menu makannya? Atau lebih baik diberi cairan lebih banyak saja? Bolehkah memperbanyak cairan berupa air putih?
  2. Dok, kenapa setiap minum obat, si kecil langsung muntah. Padahal sudah dijeda dari waktu makan dan pemberian makannya tidak terlalu banyak? Kondisi si kecil sedang batuk pilek. Terkadang juga kalau batuk yg berlebihan bisa sampai muntah. Apakah hal tsb berupa refleks untuk mengeluarkan lendir dahak atau hal lain?

Jawab

  1. Sangat wajar saat si kecil batuk pilek, mau makan makanan yang lembut. Jangan terlalu banyak diberi air putih, sebaiknya diberi ASI atau SUSU FORMULA, sama-sama minum tapi ada KALORInya.
  2. 2.Si kecil minum obat terus muntah, biasanya karena RASA OBAT yang tidak enak, kalau misalnya obat turun panas (paracetamol), ada beberapa merk, silakan mom mencoba, mana yang paling bisa diterima oleh anak mom.
  3. 3.Supaya obat yang diminum tidak dimuntahkan, bisa langsung diberi ASI atau diberi JUS BUAH atau AIR SIRUP, biar obat yang masih di tenggorokan segera masuk kedalam lambungnya dan si anak tidak merasakan pahitnya obat, atau bisa juga dicoba pemberian obat dengan PIPET.
  4. Si kecil yang batuk, biasanya MUNTAH. Sangat wajar, karena si kecil BELUM BISA buang dahak seperti orang dewasa, atau malah ditelan oleh anak, sehingga lendirnya akan keluar bersama BAB nya.
Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil usia 4 bulan – ada 2 pertanyaan:

  1. Dok, apa batuk (pertusis) bisa berulang di usia lewat dari 5 bulan?
  2. Jika batuk, apakah berat badan drastis turun?

Jawab

  1. PERTUSIS sudah langka di Indonesia, dari literatur dikatakan bahwa PERTUSIS di usia 0 -18 tahun jarang, sedangkan di usia 18 tahun ke atas sangat jarang. Kalau PERTUSIS memang bisa berulang, justru yang harus dicek, apakah di usia 4 bulan sudah dilakukan Vaksin Pertusis 3 x?
  2. Yang membuat berat badan si kecil turun bukan BATUKnya, tetapi karena si kecil tidak mau makan. Biasanya si kecil yang tidak enak makan. Jadi, kalau si kecil sakit butuh makan lebih banyak karena butuh tenaga untuk melawan infeksinya. Disarankan tekstur mengikuti keinginan si kecil, jadi kalau anak susah makan nasi, tidak masalah untuk teksturnya diturunkan. Beri si kecil bubur saring atau malah bubur halus, yang penting ada asupan gizi yang dimakan.
Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil usia 7 bulan dan ada 2 pertanyaan:

  1. Dok apakah benar panci yang berbahan logam bisa mengakibatkan penyakit autis?
  2. Lalu panci apa yg aman digunakan untuk memasak MPASI? Apa benar kalau panci berbahan besi, bisa memberikan tambahan zat besi pada makanan?
  3. Apakah bayi boleh dan aman minum air NABEEZ untuk menambah zat besi?
  1. Penyebab autis cukup banyak dan yang paling utama adalah kelainan GENETIK. Jadi jarang sekali anak yang awalnya NORMAL, tiba-tiba di usia 1 tahun AUTIS. kalau anak usia 1.5 – 3 tahun AUTIS, pasti dari awal sudah ketahuan AUTIS, hanya saja orang tua mungkin tidak mengerti. Jadi panci, vetsin, vaksin – yang katanya menjadi penyebab AUTIS – ini TIDAK BENAR.
  2. Panci cast iron (besi tempa/besi cor – bukan hanya alumunium dilapis besi) memang dikatakan dapat memberikan zat besi dari proses memasak, namun, belum dapat terukur berapa jumlahnya. Dan, panci besi tidak bisa dipakai untuk memasak yang asam karena bisa teroksidasi dan berkarat.
    Panci yang disarankan adalah panci stainless steel, bisa juga panci kaca, dan pilihan lain adalah panci keramik.
  3. Sumber Zat Besi ada dua: 1). Heme (berasal dari hewani – daging merah, hati ayam, hati sapi); 2). Non-heme (dari sayuran dan buah). Besi dari sayuran dan buah diperlukan dalam jumlah banyak sekali untuk menyamai jumlah zat besi yang ada di hewan. Selain itu besi yang ada di buah dan sayuran juga sulit diserap tubuh. Jadi untuk menambah asupan besi sebaiknya dari heme atau minum suplemen Zat Besi. Nabeez (air seduhan kurma) boleh diminum bayi, tetapi nabeez adalah jenis sumber besi non-heme.
Category: Bayi 0-12 Bulan

Jawab

Cara mengatasi GTM pada si kecil:

  1. Atur jadwal makan si kecil
    Buat jadwal makan si kecil dan pastikan sama setiap harinya, dengan:
    – 3–4 kali makan utama (porsi ½ mangkuk (125 ml))
    – 1–2 kali makan selingan
    – ASI semau si kecil
    – Susu formula diberikan 2–3 kali sehari dan tidak menggunakan DOT
    (untuk anak diatas 1 tahun jumlah 500 – 600 ml/hari)

    Dalam membuat jadwal makan si kecil mom harus pastikan jarak memberikan ASI / susu 2–3 jam sebelum jam makannya, dan pastikan jam makan utama atau makan selingan tidak mendekati jam tidur si kecil.

  2. Batasi waktu makan
    Membatasi waktu makan si kecil sangat baik mom, karena akan mengajarkan si kecil makan tepat waktu, anak belajar mengenal rasa lapar dan kenyangnya. Batasi waktu makan si kecil tidak lebih dari 30 menit, mom. Untuk si kecil yang suka mengemut makanannya, tetap berikan makan 30 menit. Karena saat mom memberikan makan lebih dari 30 menit, maka akan ada jam makan yang terlewatkan, itu artinya kebutuhan zat gizi si kecil dalam sehari akan bisa tidak terpenuhi dengan optimal. Saat si kecil hanya makan 3—5 sendok dalam 30 menit, mom tidak perlu khawatir karena mom dapat mengejar kekurangan asupannya dengan memberikan makanan selingan yang penuh nutrisi seperti makaroni panggang, arem-arem, dll.
  3. Buat lingkungan yang menyenangkan untuk makan
    Ini sangat penting tetapi paling sering mom lupakan. Buat suasana makan yang menyenangkan untuk si kecil. Biasakan makan bersama di meja makan, mom. Maksudnya saat si kecil makan, mom juga menyiapkan piring untuk makanan mom, agar suasana makan menyenangkan untuk si kecil.

    Dan, biasakan si kecil makan di meja makan TIDAK SAMBIL MENONTON TV ATAU GADGET, tidak sambil bermain atau keliling kompleks atau keliling rumah, mom, karena ini akan membuat si kecil tidak belajar mengenal rasa kenyang dan laparnya.

  4. Boleh tambahkan gula dan garam
    Paham sebagian ibu-ibu yang pantang memberikan garam/gula atau rasa apapun ke dalam makan tidaklah benar. Jika diteruskan ada anak-anak yang menjadi sulit/mogok makan karena rasa makanan yang tidak/kurang enak. Sejak si kecil berusia 9 bulan moms dapat membubuhkan sedikit garam dan/atau gula seperlunya: setengah sendok teh dalam setiap kali pembuatan MPASI (untuk porsi 3x makan). Satu tahun ke atas boleh diperkenalkan makanan keluarga dengan variasi bumbu/ rasa seperti opor, dll, dengan tekstur yang di sesuaikan dengan kemampuuan makan anak.
  5. Variasi rasa
    Kemauan dan kemampuan moms untuk memasak makanan yang bervariasi diperlukan agar anak bersemangat untuk menghabiskan porsi makannya.
  6. Dorong anak untuk makan sendiri
    Bila si kecil tidak mau makan (menutup mulut, memalingkan kepala, menangis, dll.), tawarkan kembali makanan tanpa memaksa. Bila setelah 10—15 menit si kecil tetap tidak mau makan, akhiri proses makan. Latih si kecil untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.

    Untuk tahap awal mendorong si kecil makan sendiri, mom dapat memberikan sepiring makanan untuk dia makan sendiri, dan sepiring makanan lagi untuk mom suapkan pada si kecil, agar mom tetap dapat memastikan asupan makan si kecil cukup setiap jam makannya. Tetap bersabar dan tetap berusaha agar asupan gizi si kecil tetap terjaga ya, mom.

Category: Bayi 0-12 Bulan

Jawab

Sesuai rekomendasi WHO untuk awal MPASI sebaiknya sumber karbohidrat yang mudah dicena. Terutama di hari ke-1 dan ke-2 awal MPASI disarankan memberikan Tepung Beras Putih yang dimasak menjadi bubur. Untuk hari ke-3 dan selanjutnya mulai kenalkan MPASI 4 Bintang. (Ingat 4 Bintang adalah: Karbohidrat seperti nasi, kentang, dan roti; Protein Hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur; Protein Nabati seperti Tahu, Tempe, Kacang Hijau, dan Kacang Merah; Sayur/Buah).

Jadi tidak ada larangan baku untuk bahan makanan tertentu, tetapi mom sebaiknya memilih makanan yang alami, organik, dan sehat karena pencernaan si kecil masih sensitif sehingga harus dijaga dengan pemberian MPASI yg aman dan sehat.

Untuk pemberian buah dan sayur pun sebaiknya memberikan dengan kematangan yang pas agar si kecil bertahap mengenal rasa alami pada bahan makanan. Bila memberikan yang terlalu matang makan si kecil akan mengenal rasa manis terlalu dini, sedangkan bila buah masih mentah, akan bahaya pada kesehatan si kecil dengan rasa asam dan getah buah/sayur.

Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil usia 6 bulan kan baru mengenal makanan padat.

  1. Berapa hari sebaiknya diberi menu tunggal?
  2. Awal-awal MPASI apakah harus diberi lemak tambahan seperti UB (Unsalted Butter) DAN EVOO (Extra Virgin Olive Oil)?
  3. Gimana caranya agar menambah berat badan si kecil tiap bulan?

Jawab

  1. Menu tunggal adalah MPASI yang terbuat dari satu bahan saja, dan yang direkomendasikan adalah beras putih yang dimasak menjadi bubur lembut untuk masa transisi mengenalkan makanan padat pada bayi. Menu tunggal hanya diperlukan 2-3 hari pertama pengenalan makanan padat kepada bayi, yaitu 2-3 sendok dalam sekali makan, 2 kali sehari. Catatan: awal pemberian sangat menentukan. Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan makanan awalnya ini. Bila perlu campurkan bubur halus yang sudah masak dengan ASI agar bayi masih merasakan rasa ASI di makanan barunya.
  2. Lemak tambahan sebenarnya diperlukan hanya saat diperkirakan jumlah kalori dalam satu porsi makanan utama bayi kurang. Selain lemak tambahan berupa UB dan EVOO, bahan alami seperti santan, alpukat dan kaldu daging dapat ditambahkan sebagai lemak tambahan alami pada menu si kecil. Yang sangat penting untuk tumbuh kembang dan peningkatan berat badan adalah asupan Protein. Energi (kalori) didapat dari Karbohidrat dan Lemak. Sumber Protein dan Sayur/Buah banyak mengkontribusikan vitamin dan mineral untuk metabolisme tubuh.
  3. Di usia 6 bulan pola makan si kecil yang diberikan adalah 2-3 kali makan utama (porsi 125ml atau setengah mangkuk sekali makan) dengan 1-2 kali makanan selingan. Mom harus pastikan dalam 1 hari semua kebutuhan 4 Bintang si kecil terpenuhi dengan optimal agar mom bisa memastikan kebutuhan gizi si kecil terpenuhi dengan baik. (Ingat 4 Bintang adalah: Karbohidrat seperti nasi, kentang, dan roti; Protein Hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, dan telur; Protein Nabati seperti Tahu, Tempe, Kacang Hijau, dan Kacang Merah; Sayur/Buah).

Untuk meningkatkan berat badan si kecil, mom harus pastikan asupan makan satu hari si kecil terpenuhi dengan baik sesuai usianya. Bila perlu, mom dapat tingkatkan porsi Proteinnya.

Selain itu pemberian ASI mom juga harus perhatikan kualitasnya dengan mom makan makanan bergizi setiap hari.

Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil usia 5 bulan 10 hari Menu apa yang harus saya berikan nanti ketika pertama kali MPASI? Mohon rekomendasinya.

Jawab

Untuk 6 bulan hari ke-1 & ke-2 sesuai rekomendasi WHO memberikan sumber karbohidrat Beras Putih karena sumber karbohidrat yang paling mudah dicerna. Saat hari ke-3 dan seterusnya mulai kenalkan menu 4 Bintang dalam setiap kali makannya. Tekstur disesuaikan dengan usia. Di awal tahapan pemberian MPASI, mulai dengan makanan yang dihaluskan atau dilumatkan dan disaring, menjadi bubur kental (puree), dan seterusnya teksturnya bisa ditingkatkan seiring dengan meningkatnya usia si kecil. Yang mom harus pastikan dalam 1 hari semua kebutuhan 4 bintang si kecil terpenuhi dengan optimal, maka mom tidak perlu khawatir kebutuhan gizi si kecil terpenuhi dengan baik.

MPASI 4 Bintang yaitu pemeberian Makanan Pendamping ASI dengan kombinasi:

  • Karbohidrat (makanan pokok) – sebagai sumber kalori (energi)
  • Lauk Hewani – sebagai sumber protein (zat pembangun untuk tumbuh kembang dan berat badan)
  • Lauk Nabati – sebagai sumber protein (zat pembangun untuk tumbuh kembang dan berat badan)
  • Sayur dan buah – sebagai sumber vitamin dan mineral (untuk metabolisme tubuh)
Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil usia 10 bulan alergi, suka merah-merah di kulitnya. Si kecil alergi thdp makanan hewani setiap saya beri MPASI berbahan hewani, Bagaimana cara mengatasinya dan apakah kalau tidak diberikan MPASI berbahan hewani bisa terpenuhi gizinya?

Jawab

Untuk mengetahui si kecil alergi sesuatu sebaiknya konsultasi kepada dokter. Untuk alergi dicegah dengan cara menghindari pencetus alergi pada si kecil. Tetapi mom tidak perlu khawatir karena alergi makanan akan membaik seiring si kecil bertambah usia dan daya tahan tubuhnya semakin baik.

Pemenuhan gizi anak usia 10 bulan harus sesuai dengan Menu 4 Bintang dan protein hewani tidak dapat digantikan oleh sumber lain mom. Jadi harus diberikan sumber hewani yang tidak berisiko alergi kepada si kecil karena protein sangat penting untuk pembentukan sel yang berpengaruh pada kenaikan berat badan si kecil serta pertumbuhan dan perkembangannya. Jika terpaska, protein nabati dapat menjadi penggantinya namun harus diperhatikan kecukupan zat besinya.

Category: Bayi 0-12 Bulan

Si kecil berusia 6 bulan mulai MPASI, awalnya saya beri pisang, dia muntah. Saya kasih pepaya, alpukat begitu juga. Akhirnya saya beri bubur halus yang dicampur sayur-sayuan, Alhamdulillah mau. Kira-kira bagaimana ya caranya agar anak saya suka buah?

Jawab

Di awal pemberian buah dapat dicobakan dengan mencampurkan buah dengan sayur, dan pastikan buah tidak terlalu matang atau mentah agar rasanya disukai si kecil. Seperti halnya mengenalkan jenis makanan baru pada bayi atau anak, terkadang makanan baru butuh 10-15 kali dicobakan untuk dapat diterima dan dimakan dengan baik oleh anak. Jagan menyerah ya, mom. Kadang kalau dia melihat anak lain senang makan suatu buah, dia akan juga mencobanya dan menyukainya. Atau, sajikan buah dalam bentuk-bentuk lain – lain cara memotongnya, cara menyajikannya di piring, dilumatkan, disaring, dll.

Category: Bayi 0-12 Bulan

Info Kesehatan (7)

Dok saya mau tanya anak saya kan tadi nya panas tinggi trus dia kejang, setelah itu saya bawa ke RS. Malah sekarang dia batuk nya kering dok, dan saya ingin tau dok pemicu nya bisa anak saya panas begitu, akibat nya knpa ya..Apa lgi klo abis batuk pasti suhu badannya naik turun dok…Mohon penjelasan nya dok..

Jawab:

Pada dasarnya demam dapat terjadi karena banyak kemungkinan. Penyebab demam yang tersering adalah infeksi. Infeksi bisa disebabkan oleh mikroorganisme apapun, dan bisa terjadi di organ manapun. Demam juga bisa disebabkan oleh hal lainnya yang bukan infeksi, misalnya saja penyakit autoimun, peradangan luas dan berat pada tubuh, kanker, efek samping obat, gangguan tertentu di otak (seperti perdarahan otak, tumor otak, stroke, dll).

Bila memang anak anda selalu mengalami demam saat batuk/pilek, hal tersebut sebenarnya merupakan hal yang cukup normal. Saat sedang mengalami infeksi, demam memang bisa terjadi. Demam ini memiliki fungsi salah satunya adalah untuk meningkatkan kerja sistem imunitas tubuh anak (saat suhu meningkat, sistem imunitas akan berkerja dengan lebih aktif untuk melawan infeksi yang masuk ke dalam tubuh). Oleh karena itu bila demam yang dialami oleh anak ringan-ringan saja dan tidak menyebabkan gejala-gejala yang mengganggu, obat demam tidak perlu diberikan.

Karena umumnya batuk/pilek pada anak disebabkan oleh infeksi virus saja, maka pengobatan tidak perlu dilakukan. Anak hanya disarankan untuk lebih banyak beristirahat, lebih banyak minum cairan, serta diberikan obat penurun panas bila demamnya cukup tinggi. Pemberian obat demam juga tidak diketahui dapat mencegah terjadinya kejang demam pada anak (dan tidak ada obat tertentu yang disarankan juga untuk diberikan untuk mencegah terjadinya kejang saat demam). Dokter dapat memberikan obat tertentu (yang biasanya dimasukkan dari anus) bila kejang sudah terjadi untuk meredakan kejang lebih cepat. Untuk membantu meredakan batuk pada anak, anda juga dapat memasang pelembab udara (humidifier) di kamar tidur anak anda, dan bila anak anda sudah berusia di atas 1 tahun, pemberian madu terbukti efektif untuk mengurangi batuk terutama di malam hari.

Bila kejang pada anak terjadi hingga lebih dari satu kali dalam 24 jam, terjadi hingga lebih dari 15 menit, terjadi saat anak tidak demam, kejang terjadi pada sebagian tubuh saja, anak tidak sadarkan diri hingga lama setelah kejang berhenti, anda harus segera membawa anak ke rumah sakit.

Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjawab

Category: Info Kesehatan

Dok, di sebalah tangan dan kaki mana kah suntik campak dan DPT?

Jawab:
Imunisasi DPT (difteri pertusis tetanus) pada anak-anak diberikan sebanyak lima kali, yaitu mulai saat anak berusia 2 bulan hingga 6 tahun. Tiga pemberian pertama merupakan imunisasi wajib dasar, yang diberikan pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Selanjutnya, pemberian ke-4 dan ke-5 yang merupakan imunisasi lanjutan atau booster dilakukan pada usia anak 18 bulan dan 5 tahun. Setelahnya, dianjurkan untuk melakukanboosterTdap (imunisasi ulang Tetanus Difteri dan Pertusis) tiap 10 tahun.
Adapun imunisasi campak diberikan mulai anak usia 9 bulan, kemudian anak harus menerima 2 lagi dosisbooster. Yaitu booster pertama ketika anak berusia 18 bulan, atau berusia 15 bulan bila menerimavaksin MMR/MR. Apabila anak belum juga menerima vaksin campak hingga berusia 12 bulan, maka vaksin MMR/MR dapat langsung diberikan.Dan booster kedua diberikan ketika anak berusia 5-7 tahun.
Vaksin DPT didan campak diberikan melalui suntikan dengan dosis yang diberikan yakni satu kali suntikan setiap jadwal imunisasi. Vaksin DPT disuntikkan ke otot, sedangkan vaksin campak disuntikkan ke jaringan bawah kulit (subkutan). Kedua vaksin ini dapat disuntikkan di paha atau lengan atas.
Demikian semoga bermanfaat.

Category: Info Kesehatan

Dok, sy mau tanya anak saya umur 13bulan lagi demam ,terus apakah boleh minum obat di campur dengan madu?

Jawab:

Sebelumnya perkenalkan saya dr.Rio akan mencoba menjawab pertanyaan anda.

Madu adalah sebuah cairan alamiah yang kandungannya bermanfaat yang berasal dari nektar bunga dan dihasilakn oleh lebah. Beberapa kandungan zat dalam madu adalah Karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dinilai sangat bermanfaat bagi tubuh terutama untuk meningkatkan stamina dan sistem kekebalan tubuh.

Tidak ada panduan ataupun aturan khusus yang melarang madu digunakan sebagai campuran untuk minum obat. Namun anda harus tetap berhati hati mengingat saat ini banyak sekali madu dengan kualitas yang buruk bahkan dicampuri bahan bahan kimiawi. Sebaiknya berikanlah jeda waktu sekitar 30 menit dalam pemberian madu setelah minum obat. Hal ini bertujuan agar obat dapat terserap dengan sempurna barulah madu masuk sebagai suplemen tambahan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Mungkin jika tujuan anda mencampurkan obat ke madu adalah untuk membuat rasa obat menjadi manis sehingga anak mau mengkonsumsinya, saya sarankan anda dapat membeli sirup khusus yang dapat dicampurkan dengan obat di apotik. Rasa dari sirup tersebut manis sehingga dapat membantu dalam pemberian obat pada anak. Untuk pembeliannya tidak diperlukan resep dari dokter.

Saat anak anda demam berikut beberapa hal yang dapat anda lakukan dirumah :

  1. Pantau demam, jangan sampai melebihi 39’C
  2. Kompres anak dengan air hangat untuk memberikan kenyamanan.
  3. Penuhi asupan makan dan minum anak untuk mencegah anak dehidrasi.
  4. Segera konsultasikan kedokter secara langsung jika demam berkepanjangan.

Sekian jawaban yang saya berikan semoga membantu.

Terimakasih, semoga sehat selalu 🙂

Halo dok.. anak saya saat ini sedang demam, badannya panas dan nafasnya sedikit tersengal2, dan sempat muntah. 3 jam lalu sudah saya beri obat penurun panas, setelah minum obat penurun panas …suhu badannya berangsur normal, tp skrg mulai panas lagi suhu badannya. Apa yg harus saya lakukan dan penanganan seperti apa yg tepat ya dok? . (FYI : anak saya berumur 2 thn) Terimakasih dok

Jawab:

Kategori demam pada anak adalah jika suhu tubuh anak naik dan melewati dari batas normal, yaitu jika lebih dari 37,2 derajat celcius jika diukur dari ketiak, atau jika lebih dari 37,8 derajat celcius jika diukur lewat mulut dan diatas 38 derajat jika diukur dari dubur.

Obat penurun demam yg biasa diberikan pada saat anak demam adalah acetaminophen atau paracetamol, yg bekerja dengan mengurangi produksi zat penyebab peradangan (prostaglandin) yg berefek pada tinggi atau naiknya suhu tubuh. Dengan penurunan kadar prostaglanding maka tanda peradangan seperti demam dan nyeri akan berkurang. Setiap obat memiliki waktu terapi sendiri-sendiri, dimana maksudnya adalah obat yg diminum akan berfungsi didalam tubuh sehingga keluhan dapat berkurang, namun panjang dan pendeknya waktu terapi setiap obat berbeda antara obat satu dengan yg lain. Pada obat paracetamol waktu terapi yg efektif adalah antara 4 sampai dengan 6 jam, sehingga jika sudah lebih dari waktu tersebut, gejala akan muncul lagi atau jika sumber penyakit yg mendasari tidak ditangani maka gejala akan muncul dan hilang sesuai dengan waktu terapi dari obat tersebut.

Sehingga jika anak anda sudah mulai demam setelah waktu terapi 4 jam atau bahkan 6 jam, maka sangat dianjutkan untuk memberikannya obat paracetamol lagi agar demam tidak terlalu tinggi. Selain itu anda juga dapat memberikan penanganan mandiri berupa :

  • Kompres hangat pada lipatan tubuh dan dahinya agar panas di dalam tubuhnya dapat keluar bebas melalui pori-pori kulitnya yg terbuka karena kompres demam yg diberikan.
  • Tetap berikan asupan cairan yg cukup pada anak anda untuk menghindari komplikasi berupa dehidrasi karena kehilangan cairan tubuh yg berlebih.
  • Hindari penggunaan baju yg terlalu tebal agar panas didalam tubuhnya dapat keluar dengan efektif
  • Pastikan suhu kamar tetap sejuk dan nyaman untuk si kecil, pastikan suhu ruangan tidak terlalu dingin atau terlalu panas

Jika sudah anda lakukan penanganan demam sementara yg dilakukan dirumah tetapi tidak menunjukkan perbaikan yg bermakna, maka kami sarankan untuk segera membawa serta anak anda ke dokter atau dokter anak agar dilakukan pemeriksaan yg seksama dan diberikan penanganan yg tepat. Sebelum tanda-tanda bahaya demam pada anak muncul, seperti :

  • kejang
  • sesak napas
  • kulit pucat atau tampak kebiruan
  • anak tampak sangat lemas
  • pingsan atau tapak sering mengantuk
  • tanda-tanda dehidrasi seperti bibir kering, muntah, menangis tanpa air mata, tidak mau minum atau makan dan tidak BAK

Demikian yg dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Jawab:
Tifus merupakan suatu penyakit yang disebabkan karena infeksi bakteri pada saluran pencernaan. Sedangkan demam berdarah dengue / DBD disebabkan karena infeksi virus dengue yang disebarkan melalui gigitan nyamuk. Baik tifus maupun demam berdarah bisa menyebabkan penurunan trombosit.

Sebenarnyatrombosit akan naik dengan sendirinya seirng dengan proses penyembuhan penyakit. Apabila anak Anda dirawat inap di rumah sakit, maka biasanya makanan sudah disediakan oleh bagian gizi rumah sakit. Makanan yang disediakan ini tentunya sudah memenuhi standar gizi yang dibutuhkan oleh setiap pasien. Jika Anda ingin memberikan makanan lain diluar makanan rumah sakit, saya sarankan agar Anda berkonsultasi dulu dengan dokter yang merawat anak Anda ya.

Secara umum untuk membantu menunjang penyembuhan pasien DBD dan tifus disarankan untuk memperbanyak asupan cairan, istirahat cukup, mengkonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, serta kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gas dan berminyak.

Semoga bisa membantu Anda,

Terimakasih

Category: Info Kesehatan

Dok bayi saya belom bab selama 3 hari dan skrg hari ke 4 bab namun keras sampai ia menangis tapi yg keluar secuil apakah wajar ?

Jawab:

Pada dasarnya pola BAB setiap anak memang bisa berbeda-beda dan kadang perubahan pola BAB (misalnya BAB menjadi lebih jarang) juga tidak selalu menunjukkan adanya kelainan pada saluran cerna anak. Namun demikian, ada beberapa tanda terjadinya konstipasi pada anak, diantaranya adalah:

  1. BAB kurang dari 3 kali seminggu
  2. Feses keras, kering, dan sulit dikeluarkan
  3. Anak merasa nyeri atau menangis saat mengeluarkan feses
  4. Terdapat bercak feses pada celana/popok anak
  5. Terdapat bercak darah pada feses atau pada celana/popok anak

Bila anda melihat feses anak keras dan anak terlihat kesulitan mengeluarkannya, maka kemungkinan anak anda memang mengalami konstipasi. Ada beberapa kemungkinan penyebab konstipasi pada anak diantaranya adalah:

  1. Kurangnya konsumsi serat
  2. Anak kurang minum cairan
  3. Anak terlalu banyak diam dan kurang bergerak
  4. Anak sering menahan keinginan buang air besar
  5. Anak terlalu banyak minum susu
  6. Efek samping obat-obatan atau suplemen tertentu
  7. Kondisi medis tertentu, misalnya hipotiroidisme, gangguan elektrolit tubuh, gangguan anatomis saluran cerna, alergi makanan, dll

Berikut ini adalah beberapa hal yang bisa anda coba lakukan:

  1. Berikan sayur dan buah lebih banyak untuk anak
  2. Berikan buah-buahan yang dapat membantu mengatasi konstipasi seperti buah pear, peach, prune, plum
  3. Berikan cairan lebih banyak untuk anak (jangan dalam bentuk susu)
  4. Batasi konsumsi susu dan produk olahan susu pada anak (jangan lebih dari 720 cc per hari)
  5. Tingkatkan aktivitas fisik anak (ajak berjalan, bermain di luar rumah, dll)

Bawa anak anda ke dokter untuk mendapatkan obat yang dapat membantu mempermudah keluarnya feses yang sudah mengeras dalam saluran cernanya. Jangan menunda pemeriksaan ke dotker terutama bila anda melihat adanya luka pada anus anak ataupun darah pada fesesnya.

Sekian informasi dari saya, semoga cukup menjawab

Dok, anak saya usia 18 bulan… kemarin selama 4hari sakit panas tidak turun² panasnya dan muntah². Saya bawa ke dokter katanya terkena radang… trus sekarang udah sembuh dan mulailah pilek. Kenapa anak saya jadi sering sakit seperti pilek batuk pilek ya dok? Apa perlu saya beri vitamin buat sistem imunnya kuat atau gimana ya dok? Dan udah 1 minggu dari sakit sampai udah sembuh dari radang anak saya tidak mau makan sama sekali cuma susu formula saja dok.. Apa butuh juga dikasih penambah nafsu makan?

Jawab:

Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) adalah salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak. ISPA dapat menyebabkan peradangan di bagian mukosa hidung, faring, laring, dan juga tonsil (amandel). Penyebab paling sering adalah infeksi virus (rhinovirus, influenza virus, epstein barr virus) atau infeksi bakteri (Streptococcus, Mycobacterium pneumoniae, dll). Selain karena infeksi, peradangan juga bisa terjadi akibat reaksi alergi.

Gejala peradangan pada saluran napas atas antara lain:

  • Demam
  • Batuk pilek
  • Sakit tenggorokan
  • Nyeri menelan
  • Pembesaran kelenjar getah bening di sekitar leher
  • Penurunan nafsu makan
  • Nyeri-nyeri otot atau sendi
  • Suara serak

ISPA sangat mudah menular dari orang ke orang melalui udara. Anak kecil memiliki sistem imunitas yang belum sebaik orang dewasa sehingga memang lebih rentan untuk tertular bila terus menerus kontak dengan penderita ISPA. Ajarkan anak untuk rutin mencuci tangan, tangan yang bersih dan mengurangi risiko ISPA. Anak usia pra sekolah dapat mengalami batuk pilek hingga 7-8 kali dalam setahun. Frekuensi ini akan berkurang seiring bertambahnya usia anak. Bila anak sering sekali batuk pilek ada beberapa faktor yang perlu dicurigai misalnya ada faktor alergi, kondisi immunocompromised, tonsilitis kronis.

Umumnya ISPA dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari, dengan pemberian makanan yang bergizi, minum air putih yang cukup dan istirahat yang cukup. Saat sakit usahakan agar anak Anda tidak terpapar dengan asap rokok, polusi berlebihan, termasuk kontak dengan orang-orang yang sedang batuk pilek. Pemberian antibiotik hanya dilakukan apabila ada kecurigaan infeksi bakteri. Untuk kasus infeksi virus, pengobatan umumnya menyesuaikan dengan gejala pasien, misalnya diberikan obat penurun panas bila anak demam.

Penurunan nafsu makan saat sakit adalah hal yang wajar. Apalagi bila anak pilek / hidung tersumbat, sebab indra penciuman berperan penting untuk menimbulkan rangsangan lapar dapat untuk merasakan rasa makanan. Dengan pemberian makanan yang bervariasi sebenarnya kebutuhan makronutrien dan mikronutrien (vitamin, mineral) anak sudah terpenuhi. Pada saat sakit boleh saja menambahkan multivitamin untuk membantu mencukupi kebutuhan tersebut karena anak makannya kurang selama sakit. Sebaiknya berikan vitamin sesuai dengan dosis yang dibutuhkan oleh anak. Bila anak terus menerus susah makan walaupun sakitnya sudah sembuh (tidak lagi batuk, tidak lagi pilek, tidak lagi demam) kemungkinannya anak memang pilih-pilih makanan (picky eater), masalah di saluran pencernaan (termasuk gigi dan mulut) atau di saluran pernapasan atas yang belum teratasi, rutinitas makan yang salah (jam makan tidak tetap, anak diberi makan sambil bermain), anak kurang aktivitas sehingga tidak lapar. Silahkan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter apabila penurunan nafsu makan ini menimbulkan penurunan berat badan drastis pada anak.

Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat.

Category: Info Kesehatan

Load More