Kaki O atau Kaki X pada Anak: Normal atau Perlu Diperiksa?

Mums, pernah memperhatikan kaki Si Kecil terlihat seperti huruf O atau malah seperti huruf X? Jangan langsung khawatir. Pada banyak anak, perubahan bentuk tungkai seperti ini merupakan bagian dari proses tumbuh kembang yang normal.

Bentuk tungkai anak memang dapat berubah seiring pertambahan usia. Lalu, bagaimana membedakan perubahan yang normal dengan kondisi yang perlu diperiksa?

Kaki O dan Kaki X pada Anak, Apakah Normal?

Secara medis, kaki O disebut genu varum, sedangkan kaki X disebut genu valgum.
Pada bayi dan anak kecil, tungkai umumnya memang tampak lebih berbentuk O. Seiring pertumbuhan, posisi tungkai secara bertahap berubah menjadi lebih lurus. Setelah itu, pada usia sekitar 3–6 tahun, kaki anak dapat terlihat lebih berbentuk X sebelum akhirnya kembali mendekati posisi netral ketika pertumbuhan berlanjut.

Jadi, kaki anak tidak harus terlihat lurus seperti kaki orang dewasa sejak kecil. Perubahan bentuk tungkai merupakan salah satu bagian dari perkembangan normal.

Kapan Kaki O atau X Perlu Diperiksa?

Yang penting bukan hanya melihat bentuk kaki, tetapi juga memperhatikan usia anak, apakah perubahan terjadi pada kedua kaki, apakah bentuknya semakin berat, serta apakah ada keluhan lain.
Mums sebaiknya berkonsultasi dengan dokter anak jika:

  • bentuk kaki sangat mencolok atau tampak semakin berat;
  • hanya satu kaki yang tampak berbeda atau bentuknya tidak simetris;
  • kaki O justru semakin bertambah setelah usia sekitar 2 tahun;
  • kaki X masih sangat jelas setelah usia sekitar 7 tahun;
  • anak mengalami nyeri atau gangguan saat berjalan dan beraktivitas;
  •  pertumbuhan anak tampak tidak sesuai atau tubuhnya jauh lebih pendek dibandingkan anak seusianya.

Dalam kondisi tertentu, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mencari kemungkinan penyebab lain, misalnya gangguan pertumbuhan tulang, kelainan metabolik, atau masalah pada lempeng pertumbuhan.

Apakah Anak Membutuhkan Sepatu Khusus?

Belum tentu, Mums.

Jika bentuk kaki masih sesuai dengan pola perkembangan normal dan anak tidak mengalami keluhan, umumnya tidak diperlukan terapi khusus. Penggunaan sepatu koreksi, brace, atau alat bantu lainnya juga tidak otomatis diperlukan hanya karena kaki anak terlihat O atau X.

Karena itu, sebaiknya jangan buru-buru membeli sepatu khusus atau alat koreksi tanpa terlebih dahulu mengetahui apakah memang ada indikasinya.

Jadi, Apa yang Bisa Dilakukan di Rumah?

Mums tidak perlu mencoba “meluruskan” kaki Si Kecil sendiri.
Cukup perhatikan bagaimana ia berdiri dan berjalan dalam kesehariannya. Pastikan anak dapat bergerak dan bermain dengan nyaman, serta tetap mengikuti pemeriksaan rutin untuk memantau pertumbuhan dan perkembangannya.

Jika bentuk kaki membuat Mums khawatir, konsultasikan dengan dokter anak. Dokter dapat menilai bentuk tungkai berdasarkan usia dan pertumbuhan anak, serta menentukan apakah kondisi tersebut masih dalam batas normal atau membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Yang Perlu Diingat

Kaki O dan kaki X bisa merupakan bagian dari proses tumbuh kembang normal. Yang terpenting adalah memantau perubahannya sesuai usia dan mengenali tanda-tanda yang perlu diperiksa.

Jadi, Mums, tidak perlu buru-buru “meluruskan” kaki Si Kecil. ❤️

  1. Salenius P, Vankka E. The Development of the Tibiofemoral Angle in Children. J Bone Joint Surg Am. 1975;57(2):259-61.
  2. Heath CH, Staheli LT. Normal Limits of Knee Angle in White Children—Genu Varum and Genu Valgum. J Pediatr Orthop. 1993;13(2):259-62.
  3. Baird DC, Dickison CG, Spires HI. Lower Extremity Abnormalities in Children. Am Fam Physician. 2025;111(2):125-139.
  4. American Academy of Pediatrics. Bowlegs and Knock-Knees. HealthyChildren.org. Updated December 23, 2025.
TAGS
No tags.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *