Anak Sering Ngorok Saat Tidur, Normal atau Perlu Diperiksa?
“Dok, anak saya kalau tidur sering ngorok. Berarti tidurnya nyenyak, ya?”
Belum tentu, Mums.
Ngorok memang bisa terjadi sesekali pada anak, misalnya saat sedang pilek atau hidung tersumbat. Tetapi kalau si kecil sering ngorok atau hampir setiap malam, apalagi disertai tanda-tanda tertentu, sebaiknya jangan langsung dianggap sebagai kebiasaan tidur.
Karena ngorok tidak selalu berarti anak sedang tidur lelap.
Mengapa Anak Bisa Ngorok?
Ngorok terjadi ketika aliran udara melalui jalan napas mengalami hambatan, sehingga jaringan di sekitar jalan napas bergetar dan menimbulkan suara.
Pada anak, beberapa kondisi dapat membuat ngorok lebih mudah terjadi, misalnya hidung tersumbat, alergi, pembesaran tonsil atau adenoid, serta berat badan berlebih.
Pada sebagian anak, ngorok yang menetap juga dapat menjadi salah satu tanda sleep-disordered breathing, yaitu gangguan pernapasan saat tidur.
Namun, anak yang ngorok tidak otomatis mengalami sleep apnea. Penyebab dan kondisi setiap anak perlu dilihat secara keseluruhan.
Kalau Cuma Sesekali Ngorok, Apakah Normal?
Bisa saja.
Misalnya, anak sedang pilek sehingga hidung tersumbat. Setelah pileknya membaik, ngorok biasanya ikut menghilang.
Yang lebih perlu diperhatikan adalah ngorok yang sering atau menetap.
Jadi, jangan hanya bertanya:
“Anak saya ngorok atau tidak?”
Tetapi juga:
“Seberapa sering ia ngorok, dan apakah ada tanda lain saat tidur?”
Kapan Mums Perlu Waspada?
Mums & Dads sebaiknya lebih memperhatikan bila anak:
- sering atau hampir setiap malam ngorok
- tidur dengan mulut terbuka
- tampak seperti berhenti bernapas, tersengal, atau seperti kesulitan bernapas
- tidur sangat gelisah atau banyak bergerak
- sering berkeringat saat tidur
- pada siang hari tampak mengantuk, sulit berkonsentrasi, atau mengalami perubahan perilaku
Tanda-tanda tersebut tidak berarti anak pasti mengalami gangguan tidur. Tetapi bila muncul bersama ngorok yang sering, sebaiknya dibicarakan dengan dokter anak.
Apa yang Bisa Dilakukan Mums & Dads?
Tidak perlu langsung panik. Coba lakukan tiga hal sederhana:
Amati
Perhatikan seberapa sering anak ngorok dan apakah ada tanda lain saat tidur.
Catat
Catat pola tidurnya. Bila ada kejadian yang tampak tidak biasa, video singkat saat anak tidur juga dapat menjadi informasi tambahan untuk dokter.
Konsultasikan
Jika anak sering ngorok, terutama bila disertai jeda napas, tersengal, tidur dengan mulut terbuka, atau ada perubahan pada kondisi anak di siang hari, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak.
Dokter dapat menilai apakah cukup dilakukan pemantauan atau diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Jadi, Anak Ngorok Harus ke Dokter?
Tidak selalu.
Kalau anak hanya sesekali ngorok ketika sedang pilek dan setelah sembuh ngoroknya menghilang, Mums dapat mengamatinya.
Tetapi bila ngorok sering atau menetap, terutama bila disertai tanda-tanda yang sudah disebutkan, jangan hanya menganggapnya sebagai tanda bahwa anak sedang tidur nyenyak.
Tidur yang berkualitas bukan hanya tentang berapa lama anak tidur, tetapi juga bagaimana ia bernapas selama tidur.
Amati. Catat. Konsultasikan bila perlu. 💙
Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?
Jika anak mengalami kesulitan bernapas yang nyata, tampak sangat sesak, atau bibir/wajah tampak kebiruan, segera cari pertolongan medis.
- Thompson R, Splaingard M. Management of Snoring. Pediatr Rev. 2021;42(8):471-473. doi:10.1542/pir.2020-000950.
- Working Group of Chinese Guideline for the Diagnosis and Treatment of Childhood OSA, et al. Chinese Guideline for the Diagnosis and Treatment of Childhood Obstructive Sleep Apnea (2020). World J Otorhinolaryngol Head Neck Surg. 2021;7(3):201-220. doi:10.1016/j.wjorl.2021.04.005.
- Menzies B, Teng A, Burns M, Lah S. Neurocognitive Outcomes of Children with Sleep Disordered Breathing: A Systematic Review with Meta-Analysis. Sleep Med Rev. 2022;63:101629. doi:10.1016/j.smrv.2022.101629.
- Ehsan Z, Ishman SL, Soghier I, et al. Management of Persistent, Post-Adenotonsillectomy Obstructive Sleep Apnea in Children: An Official American Thoracic Society Clinical Practice Guideline. Am J Respir Crit Care Med. 2024;209(3):248-261. doi:10.1164/rccm.202310-1857ST.
- Gileles-Hillel A, Bhattacharjee R, Gorelik M, Narang I. Advances in Sleep-Disordered Breathing in Children. Clin Chest Med. 2024;45(3):651-662. doi:10.1016/j.ccm.2024.03.004.


Leave a Reply