Dampak dan Cara Mengalihkan Anak dari Gadget

Kemajuan teknologi merupakan suatu keniscayaan. Teknologi telah menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Data dari Southeast Asia Study menunjukkan 98% anak di Asia Tenggara menggunakan gadget, 67% di antaranya menggunakan Gadget milik orangtua, 18% menggunakan Gadget milik keluarga, dan 14% menggunakan Gadget milik sendiri. Anak-anak menggunakan gadget di rumah (99%), di kendaraan (70%), saat makan di restoran (70%), di rumah teman (40%), dan di sekolah (17%).

Survei di Indonesia tahun 2016 yang dilakukan oleh Polling Indonesia dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan 18,4% kelompok usia 10-24 tahun menggunakan internet, anak dan remaja menghabiskan waktu dengan Gadget rerata lebih dari 7 jam /hari.

Berbagai laporan dari luar negeri juga menunjukkan anak secara rutin berinteraksi dengan 2 atau lebih layar media pada saat yang bersamaan, seperti TV dan laptop. Menonton mulai di usia lebih muda, 1 dari 3 bayi di Amerika memiliki TV di kamar tidur, dan hampir separuh dari semua bayi menonton TV dan DVD selama 2 jam/hari. Lebih dari 50 penelitian menunjukkan dampak signifikan Gadget terhadap kesehatan anak dan remaja.

Gadget atau gawai dapat memberikan dampak positif seperti mengembangkan keterampilan literasi awal anak melalui program edukatif, kemudahan mendapatkan informasi, membangun sosial networking dan sebagai sarana relaksasi. Gadget dalam dunia pendidikan dapat memudahkan anak memahami pelajaran dan merangsang kreativitas anak.



Kegiatan mana yang benar-benar memberi dampak positif terhadap perkembangan motorik kasar, motorik halus, kecerdasan berbicara/bahasa, dan sosial/emosional?

Dampak pada perkembangan anak di bawah 5 tahun

Namun penggunaan gadget yang terlalu dini dan lama berhubungan dengan beberapa masalah kesehatan pada anak dan remaja. Dampak penggunaan gadget pada anak usia kurang dari 5 tahun terutama berhubungan dengan dampaknya pada perkembangan otak di masa emas perkembangan anak. Lima tahun pertama kehidupan merupakan masa emas perkembangan otak dan plastisitas otak seorang anak.

Di masa ini kemampuan dasar anak untuk memahami simbol, angka, berbahasa, merespons lingkungan, mengendalikan emosi dan keterampilan berinteraksi dengan teman sebaya berkembang. Apabila waktu anak pada masa ini banyak berinteraksi dengan gadget maka kemampuan-kemampuan dasar di atas tidak dapat berkembang dengan baik. Penelitian juga menunjukkan bahwa anak dengan paparan gadget yang lama dapat mengalami keterlambatan perkembangan bahasa, kognitif, sosial dan emosional.

Dampak pada kesehatan anak dan remaja

Dampak penggunaan gadget baik televisi, internet, media sosial, video/computer game, tablet, telepon seluler atau smartphone pada kesehatan anak dan remaja di antaranya:

  • mengakibatkan perilaku agresif, hiperaktif
  • menyebabkan gangguan tidur
  • gangguan tajam penglihatan dan Sindrom mata lelah
  • meningkatkan risiko mengalami overweight atau obesitas hingga 31%
  • meningkatkan paparan terhadap konten negatif seperti pornografi, kekerasan, perilaku berisiko seperti merokok dan penggunaan obat-obatan (cyber bullying, dll)
  • risiko mengalami kecanduan pemakaian gadget (Internet gaming disorder)

Faktor risiko anak mengalami dampak negatif karena gadget di antaranya:

  • TV, komputer, atau perangkat video game di kamar tidur
  • Penggunaan gawai mulai usia < 2 tahun atau > dari 1 jam / hari
  • Kebiasaan orangtua menggunakan gawai
  • Orangtua tidak membatasi konten atau lamanya pemakaian gawai, dan kurang berinteraksi dengan anak
  • Bayi atau anak dengan temperamen atau perilaku yang bermasalah sehingga orangtua menggunakan gadget sebagai jalan untuk menenangkan anak

Pencegahan

Bagaimana upaya pencegahan terhadap dampak negatif dari gadget?

Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics menyebutkan untuk tidak memberikan gawai pada anak usia < 2 tahun dan membatasi penggunaan TV, gawai, video games selama < 2 jam /hari pada anak usia 2-18 thn. Canadian Pediatrics Society menambahkan rekomendasi untuk tidak menyediakan gawai (TV, peralatan video games, komputer) di kamar tidur anak.

Rekomendasi lain terkait penggunaan gadget pada anak yaitu:

  • Untuk anak usia 2-5 tahun orangtua harus membatasi penggunaan gadget hanya untuk program edukatif berkualitas dan mendampingi anak menontonnya.
  • Untuk anak usia > 6 tahun batasi waktu, program yang ditonton atau dimainkan agar tidak mengganggu waktu tidur dan aktifitas fisik anak.
  • Hindari _fast paced program_ (yang bergerak terlalu cepat) dan aplikasi dengan konten kekerasan atau tidak sesuai usia anak.
  • Matikan TV atau gadget bila tidak digunakan. Tidak menggunakan gadget mendekati waktu tidur anak.
  • Hindari menggunakan media atau gadget untuk menenangkan anak, kecuali untuk mengalihkan perhatian saat prosedur medis atau naik pesawat.
  • Awasi komputer atau gadget yang digunakan anak. Anak diperbolehkan menggunakan gadget di ruang keluarga, hindari anak menyendiri dan bermain gadget di kamar.
  • Telusuri aktifitas anak di dunia maya. Pastikan anak tidak dapat mengakses situs dengan konten yang tidak sesuai usia anak
  • Diskusikan keamanan internet dan perilaku di dunia maya yang bertanggung jawab. Ajarkan anak untuk melaporkan atau memblok pengirim pesan yang tidak pantas pada dirinya.
  • Orangtua menjadi role model penggunaan gadget yang bijak
  • Menggunakan/memainkan gadget bersama dengan anak
  • Berikan anak aktivitas fisik yang cukup, bermain, hands-on play untuk mengalihkan perhatiannya dari gadget

Kemajuan teknologi jangan sampai mengganggu tumbuh kembang anak dan menggantikan fungsi keluarga bagi seorang anak. Hargai waktu bersama anak, jangan sampai mereka lebih mencintai gadgetnya dari pada orangtuanya sendiri.

Dimuat pada Kuliah Whatsapp – Dokter Anakku Id, 12 Maret 2020; Narasumber: Dr. Eva Devita Harmoniati, Sp.A(K)

TAGS
No tags.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *