Takut Tidur Siang Bikin Begadang? Simak Faktanya!
Tidur Siang Tetap Penting untuk Anak Usia 1–5 Tahun
Banyak orang tua sengaja tidak membiarkan anak tidur siang karena khawatir anak akan sulit tidur pada malam hari. Padahal, anggapan ini tidak selalu benar.
Pada anak usia 1–5 tahun, tidur siang masih merupakan bagian penting dari kebutuhan tidur harian. Yang perlu diperhatikan bukanlah menghilangkan tidur siang, melainkan durasi dan waktu tidur siang agar tidak terlalu lama atau terlalu sore.
Lalu, apa saja manfaat tidur siang bagi si Kecil?
Mengapa Anak Masih Membutuhkan Tidur Siang?
Selama tidur, tubuh dan otak anak tetap bekerja melakukan berbagai proses penting yang mendukung tumbuh kembangnya. Tidur siang bukan sekadar waktu untuk beristirahat, tetapi juga berperan dalam perkembangan fisik maupun fungsi otak.
Berikut beberapa manfaat tidur siang pada anak usia 1–5 tahun.
1. Membantu Pertumbuhan Anak
Saat anak tidur, tubuh akan melepaskan Growth Hormone (GH) atau hormon pertumbuhan.
Memang, pelepasan hormon pertumbuhan paling banyak terjadi saat tidur malam, terutama pada fase tidur dalam (deep sleep). Namun, tidur siang juga tetap berkontribusi terhadap pelepasan hormon ini.
Growth hormone berperan penting dalam:
- pertumbuhan tulang,
- pembentukan otot,
- perbaikan jaringan tubuh,
- metabolisme tubuh.
Karena itu, memenuhi kebutuhan tidur merupakan salah satu faktor penting untuk mendukung pertumbuhan anak, selain nutrisi dan aktivitas fisik.
2. Membantu Otak Menyimpan Informasi
Pernah melihat anak belajar banyak hal baru dalam sehari?
Mulai dari mengenal warna, berbicara, menyusun balok, hingga belajar bersosialisasi.
Semua pengalaman tersebut perlu “disimpan” oleh otak.
Nah, saat tidur, otak melakukan proses yang disebut memory consolidation, yaitu mengubah informasi yang baru dipelajari menjadi memori yang lebih kuat dan lebih mudah diingat.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang dapat membantu:
- meningkatkan daya ingat,
- memperkuat proses belajar,
- meningkatkan perhatian,
- mendukung perkembangan fungsi kognitif.
Artinya, tidur siang bukan hanya membuat anak segar, tetapi juga membantu proses belajarnya.
3. Membantu Mengatur Emosi dan Mood
Anak yang kurang tidur biasanya lebih mudah:
- rewel,
- menangis tanpa sebab yang jelas,
- sulit berkonsentrasi,
- lebih impulsif,
- lebih sulit mengendalikan emosi.
Sebaliknya, anak yang mendapatkan tidur yang cukup umumnya akan:
- lebih ceria,
- lebih mudah diajak bermain,
- lebih sabar,
- lebih siap belajar dan berinteraksi.
Tidur siang membantu tubuh dan otak “mengisi ulang energi” sehingga anak kembali beraktivitas dengan suasana hati yang lebih baik.

Tiga Manfaat Tidur Siang. Tidur siang bukan saja hanya membuat anak segar, tapi juga penting untuk tumbuh kembangnya.
Benarkah Tidur Siang Membuat Anak Sulit Tidur Malam?
Jawabannya adalah belum tentu.
Yang sering menjadi penyebab anak sulit tidur malam bukanlah tidur siangnya, tetapi karena:
- tidur siang terlalu lama,
- tidur siang terlalu sore,
- jadwal tidur yang tidak konsisten,
- paparan layar (gadget) menjelang tidur,
- atau rutinitas tidur yang kurang baik.
Jika tidur siang dilakukan pada waktu yang tepat dan sesuai kebutuhan usia, justru dapat membantu anak tetap segar tanpa mengganggu kualitas tidur malam.
Berapa Lama Durasi Tidur Siang yang Dianjurkan?
Secara umum, rekomendasi tidur siang adalah:
Usia 1–2 tahun
🕒 Sekitar 1–3 jam per hari
Biasanya masih membutuhkan satu kali tidur siang.
Usia 2–5 tahun
🕒 Sekitar 1–2 jam per hari
Durasi tidur siang biasanya mulai berkurang seiring bertambahnya usia.
Selain durasi, usahakan anak tidur siang tidak terlalu sore, misalnya selesai sebelum sore hari, sehingga masih memiliki waktu cukup sebelum tidur malam.
Tips Agar Tidur Siang Tidak Mengganggu Tidur Malam
Beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua antara lain:
- Buat jadwal tidur siang yang konsisten setiap hari.
- Hindari tidur siang terlalu sore.
- Batasi durasi tidur siang sesuai usia.
- Tetapkan jam tidur malam yang teratur.
- Hindari penggunaan gadget menjelang tidur.
- Ciptakan suasana kamar yang nyaman, tenang, dan redup.
Rutinitas tidur yang baik akan membantu anak mendapatkan kualitas tidur yang optimal, baik pada siang maupun malam hari.
Kapan Anak Mulai Tidak Membutuhkan Tidur Siang?
Setiap anak berbeda.
Sebagian anak mulai berhenti tidur siang pada usia sekitar 3–5 tahun, sementara sebagian lainnya masih membutuhkan tidur siang hingga usia sekolah.
Selama anak:
- tetap ceria,
- tidak mudah mengantuk di siang hari,
- tumbuh dan berkembang dengan baik,
- serta mendapatkan total waktu tidur harian yang cukup,
maka tidak perlu memaksakan tidur siang.
Namun bila anak masih tampak mengantuk, mudah rewel, atau sering tertidur di perjalanan pada sore hari, kemungkinan ia masih membutuhkan tidur siang.
Kesimpulan
Tidur siang bukanlah kebiasaan yang perlu dihindari pada anak usia 1–5 tahun. Sebaliknya, tidur siang merupakan bagian penting dari kebutuhan tidur harian yang mendukung pertumbuhan, proses belajar, daya ingat, serta kestabilan emosi anak.
Yang terpenting adalah memastikan durasi tidur siang sesuai usia dan tidak dilakukan terlalu sore, sehingga tetap mendukung kualitas tidur malam.
Jadi, jika si Kecil masih membutuhkan tidur siang, tidak perlu khawatir selama jadwal tidurnya teratur. Tidur siang bukan penyebab utama anak begadang—justru dapat menjadi salah satu kunci agar tumbuh kembangnya berlangsung optimal.
- American Academy of Sleep Medicine. Recommended Amount of Sleep for Pediatric Populations: A Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine. J Clin Sleep Med. 2016;12(6):785–786.
- Paruthi S, Brooks LJ, D’Ambrosio C, et al. Consensus Statement of the American Academy of Sleep Medicine on the Recommended Amount of Sleep for Healthy Children. J Clin Sleep Med. 2016;12(6):785–786.
- American Academy of Pediatrics. Healthy Sleep Habits: How Many Hours Does Your Child Need? American Academy of Pediatrics. Updated 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Sleep in Middle and High School Students. Sleep and Sleep Disorders. CDC. (Sebagai referensi umum mengenai pentingnya tidur dan kesehatan).
- Mindell JA, Williamson AA. Benefits of a bedtime routine in young children: Sleep, development, and beyond. Sleep Med Rev. 2018;40:93–108.
- Kurdziel LBF, Duclos K, Spencer RMC. Sleep spindles in midday naps enhance learning in preschool children. Proc Natl Acad Sci U S A. 2013;110(43):17267–17272.
- Spencer RMC, Kurdziel L. Naps and cognition in preschool-aged children. Sleep Med Clin. 2015;10(4):403–412.
- Mindell JA, Owens JA. A Clinical Guide to Pediatric Sleep: Diagnosis and Management of Sleep Problems. 3rd ed. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2015.


Leave a Reply