Tahapan MPASI dengan Menu dan Tekstur Makanan yang Sesuai Usia

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi dan menstimulasi tumbuh kembang bayi yang terus meningkat pesat dengan bertambahnya umur. Penting untuk moms ketahui tahapan pemberian MPASI pada anak yang disesuaikan dengan tahapan perkembangan tubuhnya. Jika tidak, ini dapat menimbulkan masalah makan pada anak, yang dapat menyebabkan anak menjadi kurus, kekurangan gizi, dan tidak dapat tumbuh kembang secara baik. Dimulai dari usia sekitar 6 bulan dengan makanan bertekstur lunak (seperti makanan yang dihaluskan, bubur susu, lalu bubur saring), lalu ke makanan lembik (bubur atau nasi tim dengan daging/sayur dicincang halus lalu kasar), hingga padat (nasi biasa/makanan keluarga) pada usia 12-24 bulan.

Kapan Mulai Memberi MPASI?

Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organisation, WHO) menganjurkan agar MPASI dimulai ketika bayi tidak bisa lagi mendapatkan energi dan nutrisi yang cukup dari ASI saja. Bagi sebagian besar bayi ini adalah usia antara 4 dan 6 bulan. Ini juga merupakan usia ketika saraf dan otot di mulut berkembang cukup untuk bayi memamah, menggigit, dan mengunyah. Sebelum 4 bulan, bayi akan mendorong makanan keluar dari mulut mereka karena mereka belum dapat sepenuhnya mengendalikan pergerakan lidah mereka.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam buku panduannya, “Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI)” mencantumkan bahwa bayi akan menunjukkan tanda-tanda di mana bayi siap menerima MPASI:

  • Dapat duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepalanya sendiri tanpa memerlukan bantuan,
  • Menunjukkan ketertarikan terhadap makanan, seperti mencoba meraih makanan yang ada di hadapannya atau membuka mulut saat melihat orang lain makan sesuatu,
  • Menunjukkan tanda lapar, seperti gelisah walaupun moms sudah memberikan ASI secara rutin.

Bayi siap mulai MPASI saat dapat duduk dengan leher tegak dan mengangkat kepalanya sendiri tanpa memerlukan bantuan

Ubah GTM menjadi sukses anak belajar makan

Dari usia awal pemberian sampai nanti di saat-saat berikutnya, akan ada saja kalanya bayi menolak makan atau moms sering menyebutnya GTM (Gerakan Tutup Mulut). Pemberian MPASI memang memerlukan kesabaran ya, moms. Ini merupakan tugas kita untuk memastikan anak belajar makan secara bertahap dan memastikan agar asupan nutrisinya mencukupi kebutuhan energi dan gizinya yang meningkat sesuai umur.

Usia 6-9 bulan adalah masa kritis untuk mengenalkan makanan padat. Jika pada usia di atas 9 bulan belum pernah dikenalkan makanan padat, atau masalah GTM belum juga teratasi, maka kemungkinan si kecil untuk mengalami masalah makan di usia batita meningkat.

Salah satu yang memengaruhi kesuksesan dalam pemberian MPASI 6-24 bulan atau dalam membimbing anak sukses belajar makan adalah pemberian Menu dan Tekstur Makanan yang sesuai usia.

Tahapan Pemberian Menu dan Tekstur Makanan sesuai Usia

Tahapan MPASI Pengenalan ? 6 Bulan

Saat awal pemberian MPASI pada usia sekitar 6 bulan tekstur makanan MPASI yang diberikan adalah makanan pokok, seperti beras atau tepung beras, yang dimasak bubur saring lembut atau puree. Boleh ditambahkan ASI agar si kecil mengenal rasanya dan mau makan.

Tekstur MPASI harus lembut tapi kental atau semi-padat (bila diletakkan di sendok, saat sendok dibalik bubur tidak langsung tumpah), ini bertujuan untuk membantu menstimulasi si kecil dalam mengecap makanannya.

Pada Proses Pengenalan MPASI di umur 6 bulan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan sekitar 2–3 sendok makan per kali pemberian, dengan frekuensi 2 kali sehari. Pada tahap pengenalan ini pemberian ASI masih harus terus menjadi sumber utama nutrisinya.

Tahapan MPASI Usia ? 6 – 7 Bulan

Setelah Tahap Pengenalan 2 sampai 3 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2–3 sendok makan menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) per kali pemberian.

Jadi saat bayi umur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan sehingga bisa diberikan takaran setengah mangkok (125 mL) saat makan. Ukuran cangkir/mangkok yg digunakan 250 mL.

Tetap berikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. Atur jadwal makan, makanan selingan dan pemberian ASI pada bayi, dengan berselang 2–3 jam.

Contoh menu:

2–3 x makan: Bubur tim saring + protein hewani (ikan, ayam, daging, telur) + protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) + sayuran (bayam, wortel, buncis)
Cara memasaknya beras putih dimasak menjadi bubur, protein hewani dikukus, sayuran dikukus, lalu disaring dengan saringan kawat, lumat/halus. Atau bisa masak dengan slow cooker dengan semua bahan dimasukkan menjadi satu, lalu saring dengan saringan kawat.

Catatan:

Untuk pengenalan protein seperti daging sapi, ayam, telur, ikan, dan kacang-kacangan Moms sebaiknya mengenalkannya satu jenis per tiap 2 hari dengan memerhatikan apakah jenis protein tertentu ini menimbulkan alergi seperti diare, sembelit, gatal, dll.

Proses ini juga akan membantu bayi untuk belajar toleran terhadap alergen ini.

Contoh: bubur beras + salmon 1-2 hari, berikutnya bubur beras + kacang merah di hari ke 3–4.

Tahapan MPASI Usia ? 7 – 9 Bulan

Saat usia bayi menginjak 7 bulan, mulai perkenalkan bahan makanan dengan bentuk yang lebih kasar karena alat percernaan bayi dari mulut hingga usus juga sedang berkembang/belajar dalam mengolah makanan.
Dapat divariasikan dengan tetap memberikan bubur tetapi ada bahan makanan hewani/sayuran yang sudah berbentuk kasar (dipotong kecil-kecil / cincang).

Frekuensi makan dapat ditingkatkan menjadi 2–3 kali makan utama dan 1–2 kali makan selingan dengan jumlah porsi ½ mangkuk (125 ml) untuk makan utama dan 100 ml untuk makanan selingan.

Berikan menu bervariasi agar kebutuhan nutrisi (makro dan mikronutrien) anak terpenuhi agar tumbuh kembangnya optimal.

Contoh menu:

2–3 x makan: Bubur tim saring + protein hewani (ikan, ayam, daging, telur) + protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) + sayuran (bayam, wortel, buncis)

1–2 x Selingan buah, snack bergizi buatan sendiri.

Tetap berikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. Atur jadwal makan, makanan selingan dan pemberian ASI pada bayi, dengan berselang 2–3 jam.

Tahapan MPASI Usia ? 9 – 11 Bulan

Usia ? 9–11 bulan adalah saat bayi mulai dikenalkan pada makanan keluarga, namun perlu dimodifikasi tekstur dan potongannya.

Bayi usia 9–11 bulan mulai lebih aktif bermain dan merangkak. Dia perlu lebih banyak energi dan gizi lebih untuk aktivitas dan pertumbuhannya. Frekuensi makannya dibuat lebih sering: 3–4 kali makan utama dan 1–2 kali makan selingan, dengan jumlah porsi tetap ½ mangkok (125 ml) untuk makanan utama.

Dapat diperkenalkan nasi tim lembik dengan lauk protein hewani + protein nabati + sayuran yang dicincang kasar; serta buah sebagai snack. Bisa juga puding atau makanan ringan padat gizi sebagai selingan.

Si Kecil berusia 11 bulan dapat diberikan nasi dapat berbentuk tim.

Berikan menu bervariasi agar kebutuhan nutrisi (makro dan mikronutrien) anak terpenuhi agar tumbuh kembangnya optimal. Juga, agar si kecil tidak bosan sekaligus dia mencoba macam-macam jenis makanan.

Contoh menu:

3–4 x makan: Nasi tim lembik + protein hewani (ikan, ayam, daging, telur) + protein nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) + sayuran (bayam, wortel, buncis)

1–2 x Selingan buah, pudding, snack bergizi buatan sendiri.

Tetap berikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. Atur jadwal makan, makanan selingan dan pemberian ASI pada bayi, dengan berselang 2–3 jam.

Tahapan MPASI Usia ? 11 – 12 Bulan

Saat anak sudah berusia 11 bulan dapat diberikan makanan berbentuk tim. Dengan frekuensi makan 3–4 kali makan utama dengan porsi ½ mangkok dan 1–2 kali makan selingan.

Saat anak sudah berusia lebih dari 12 bulan coba perkenalkan dengan makanan yang sama dengan makanan keluarga dengan lauk yang disuwir seperlunya. Dengan usianya yang meningkat, dan ukuran lambung yang lebih besar, kita dapat tingkatkan porsi makannya ke ¾ sampai 1 mangkuk (175-250 ml). Frekuensi makannya tetap: 3–4 kali makan utama dan 1–2 kali makan selingan.

Tetap berikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. Atur jadwal makan, makanan selingan dan pemberian ASI pada bayi, dengan berselang 2–3 jam.

Jadwal Pemberian Makan Bayi

UsiaJenis Makanan (porsi)Frekuensi per hari
6 bln
(Tahap Pengenalan)
2–3 sendok makan bubur susu ASI 2 kali sesukanya
6 – 7 bln ½ mangkok bubur tim saring / makanan yang dilumatkan makanan selingan ASI 2 – 3 kali 1 – 2 kali 4 kali
7 – 9 bln ½ mangkok bubur tim saring / makanan yang dilumatkan makanan selingan ASI 2 – 3 kali 1 – 2 kali 3 kali
9 – 11 bln ½ mangkok nasi tim lembik dan lauk yang dicincang kasar + finger foods (makanan yang dapat dipegang anak) makanan selingan ASI 3 – 4 kali

1 – 2 kali 3 kali
11-12 bln ¾ mangkok nasi tim dan lauk yang dicincang kasar + finger foods (makanan yang dapat dipegang anak) makanan selingan ASI 3 – 4 kali

1 – 2 kali 3 kali
1 tahun ditargetkan si kecil sudah dapat makan makanan keluarga yang lauknya disuwir seperlunya.
Catatan Gizi: Sejak bayi makan bubur tim saring, berikan setiap harinya makanan gizi lengkap berunsurkan Karbohidrat (nasi, pasta, mi) + Protein Hewani (ikan, ayam, daging, telur) + Protein Nabati (tahu, tempe, kacang-kacangan) + Sayuran (bayam, wortel, buncis) / Buah (Menu 4 Bintang). Tetap berikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. Atur jadwal makan, makanan selingan dan pemberian ASI pada bayi, dengan berselang 2–3 jam.

Tips Sukses Pemberian MPASI dan anak belajar makan

Pemberian Makan hendaknya dibuat agar anak merespons makanannya secara aktif:

  • Jangan paksa anak untuk makan. Ini penting untuk menghindari traumatis yang berujung GTM (Gerakan Tutup Mulut)
  • Jika anak menolak makan, coba ganti kombinasi makanannya, rasa, tekstur dan metode makan
  • Minimalisir gangguan saat anak makan. No TV, No Gadget. In agar anak belajar menikmati suasana makan dan mengapresiasi makanannya
  • Lakukan kontak mata saat memberi makan, jadikan waktu makan waktu yang menyenangkan buat anak.
  • Kalau tidak mau pakai sendok, coba pakai tangan, tetapi jangan lupa harus cuci tangan dulu, ya.

Ingat ya, moms… Tujuan pemberian MPASI ialah untuk mengenalkan macam-macam makanan padat dan juga tekstur secara bertahap, sehingga Si Kecil tidak menjadi sulit makan nantinya. Juga, agar kebutuhan gizi si kecil untuk menunjang pertumbuhannya yang meningkat pesat terpenuhi.

Yang pasti, Moms jangan stress saat memberikan MPASI pada Si Kecil karena ini dapat membuat Si Kecil panik dan tidak mau makan.

Buatlah situasi makan menyenangkan seperti situasi saat bermain-main.

Selamat, ya Moms! Memberikan MPASI di usia awal dengan baik akan memberikan fondasi yang kuat buat Si Kecil.

  • Ikatan Dokter Anak Indonesia, UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). Jakarta: IDAI; 2018
  • World Health Organization, Department of Nutrition for Health and Development. Complementary Feeding – Family Foods for Breastfed Children. WHO; 2000

 

TAGS
#Makanan Bayi #Menu 4 Bintang #mpasi #MPASI 6 bulan #MPASI 9 bulan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *